10 Tips Dalam Mempertahankan Start up di Tengah Pandemi Corona

Uncategorized

10 Tips Dalam Mempertahankan Start up di Tengah Pandemi Corona Virus 2020

Coronavirus Disease( Covid- 19) yang menyerang dunia, tercantum Indonesia, membuat Pemerintah menyerukan dikerjakannya kebijakan work from home( WFH) ataupun bekerja di rumah.

Untuk sebagian pengusaha, keadaan semacam dikala saat ini jadi pukulan sekalian tantangan.

Apalagi, semenjak masa WFH diawali, tidak sedikit pengusaha yang mengeluhkan angka penjualan yang turun, orang- orang jadi tidak dapat produktif, sampai proyek yang batal.

Apalagi, ada bayang- bayang resesi ekonomi yang dapat terjalin di Indonesia sehabis virus corona ini berakhir.

Direktur Inkubator Bisnis The Greatur Hub Sekolah Bisnis Manajemen( SBM) Institut Teknologi Bandung( ITB), Dina Dellyana, memberikan panduan supaya startup dapat senantiasa berkembang.

“ Aku membaginya jadi 2. Strategi ke dalam serta keluar industri,” ucap Dina dikala dihubungi Kompas. com, Minggu( 29/ 3/ 2020) kemarin.

Strategi ke dalam industri, dipecah ke dalam 5 perihal.

  1. Yakinkan Kinerja serta Produktivitas WFH

Dina berkata, tidak seluruh pekerjaan dapat bekerja di rumah. Buat itu, pelakon startup baiknya mendesain ulang sasaran baru dalam mingguan, dan meredefinisi makna kata“ berakhir”. Kemudian, jalani desain ulang metode memberi tahu pekerjaan. Memilih wujud laporan yang lebih efisien.

  1. Libatkan karyawan

Karyawan ialah peninggalan. Hingga, supaya industri berkembang positif, libatkanlah karyawan. Misalnya melindungi komunikasi dengan menanyakan keadaan kesehatan, kesehatan mental, serta yang lain.

Kemudian, komunikasi dengan karyawan menimpa skenario terburuk sampai terbaik di masa Covid- 19 ini.

  1. Inovasi produk

Perihal yang dapat dicoba merupakan inovasi dengan membuat produk baru menggunakan sumber energi serta keahlian yang terdapat buat memperoleh sumber pemasukan baru. Misal dalam bidang food and beverage, membuat produk yang lebih tahan lama. Setelah itu di bidang fesyen, dapat beralih dengan membuat perlengkapan pelindung diri( APD) untuk staf kedokteran.

Sebaliknya buat musik dapat membuat pertunjukan online dengan sistem berbayar maupun free. Ataupun, di bidang digital serta aplikasi dapat membuat aplikasi simpel yang menunjang suasana saat ini.

  1. Mengalihkan anggaran pemasaran

Dikala ini, seluruh orang terus menjadi dekat dengan gadget- nya. Buat itu, mengalihkan anggaran pemasaran ke jalan online. Tetapi pertahankan serendah bisa jadi iklan berbayar serta pemakaian influencer.

  1. Strategi keuangan

“ Definisikan kembali strategi keuangan. Perhatikan positive cash flow- nya. Margin enggak harus sangat besar, yang berarti keluarkan itu produk,” tutur Dina. Tidak hanya itu, pangkas cost yang tidak berarti.

Bila sesuatu dikala terdapat perkara sehingga mempengaruhi keuangan, yang wajib berkorban merupakan owner serta jajaran atas industri.“ Jangan berpikir memotong pendapatan karyawan. Tetapi separuh pendapatan bos- bosnya disumbangkan ke dasar,” kata ia.

Karena, bila para karyawan ini tidak mempunyai pekerjaan, hendak berikan akibat lebih besar terhadap resesi ekonomi. Tidak hanya itu, terdapat 5 strategi yang ditawarkan Dina buat eksternal industri. Karena, gimana juga customer senantiasa wajib dilindungi.

  1. Manfaatkan Omnichannel

Dina berkata, pada masa Covid- 19 ini, terdapat baiknya menggunakan omnichannel dengan mengintegrasikan kegiatan di web website, aplikasi, media sosial, e- commerce, serta saluran yang lain yang dipunyai industri.

  1. Saluran online pelanggan

Buatlah konten yang menarik semacam konten- konten sosial yang informatif tentang WFH serta kesehatan. Setelah itu mengadakan interaktif supaya pelanggan terdapat ikut serta. Misalnya dengan IG live, webinar, IG Televisi, serta yang lain.

  1. Bagikan dorongan serta jaminan pelanggan

Pada masa Covid- 19, trust jadi suatu yang wajib dilindungi. Karena, terdapat kalanya pasar merasa ragu buat membelanjakan duit sebab bermacam perihal. Misal, takut benda tidak hingga. Buat itu, beritahukan pelanggan tentang akibat Covid- 19 terhadap penciptaan serta pengiriman.

Dapat pula dengan membuka komunikasi langsung ke pelanggan via chat ataupun telepon.

  1. Kolaborasi

Berkolaborasilah dengan startup lain. Dapat dengan membuat cross selling ataupun promosi, program bundling, sampai aksi sosial, semacam menolong petugas kedokteran.

  1. Ganti model laba

Terakhir, tawarkan pada konsumen paket berbeda dengan harga serta penawaran berbeda. Kemudian jual banyak benda dengan harga serendah bisa jadi, buat tingkatkan pembelian impulsif.

Izinkah pelanggan membayar apa yang mereka pakai. Terdapat baiknya pula keluarkan harga yang fleksibel serta paket.